Minggu, 23 April 2017

Semarak Kartini 2017 "Perempuan Berkarya"

Peringatan Hari Kartini 2017


Setiap Tanggal 21 April kita sebagai warga negara Indonesia khususnya perempuan merayakan hari kartini. Dalam sejarahnya Ibu Kartini berusaha mendobrak dominasi kaum pria dimana kaum perempuan bisa sekolah setinggi‐tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.
Tapi Ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dariharapan,ada yang mandiri seolah‐olah bisa hidup tanpa kaum pria,atau kaum perempuan menjadi budak di negeri orang dan menjadi bahan pelecehan atau diperjual belikan.Yang seharusnya adalah kesetaraan,saling menghormati, saling mendukung,dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi.
Di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat, masih banyak kita lihat ketidak adilan yang diterima oleh kaum perempuan. Nasib kita sebagai kaum perempuan ada ditangan kita sendiri,jadi perlihatkan kalau kaum perempuan itu tidak lemah dan mempunyai kekuatan untuk melebihi kaum pria tapi tidak lepas dari tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan ,dan masyarakat sebagai kodratnya kaum perempuan.

Pada tanggal 21 April 2017 ini Universitas PGRI Semarang menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang bertempat di Balairung Universitas PGRI Semarang. Kegiatan ini bernama Semarak Kartini 2017 dengan tema "Perempuan Berkarya". kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, SH., M.Hum. beserta jajarannya dan turut mengundang tiga inspirator perempuan yaitu Ibu wakil walikota Semarang Ir. Hevearita Gunaryanti R, Ibu Anita Diah Permata Sari beliau adalah seorang ibu rumah tangga, dan Putri favorit Jawa Tengah 2017 yaitu Mega Prabowo.
Mereka adalah wanita-wanita hebat yang sangat mengispirasi mahasiswa UPGRIS, dalam acara ini mereka menuangkan beberapa pengalaman dan perjuangan seorang wanita yang gigih dan tidak lemah, wanita berhak sejajar dengan kaum pria. Seperti Ir. Hevearita Gunaryanti R yang memiliki kegigihan dan keberanian dalam menjabat sebagai wakil Walikota Semarang yang sebelumnya kurang lebih 400 tahun lamanya belum ada perempuan yang menjabat, ia juga tidak lupa kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. hal ini membuktikan bahwa tidak hanya kaum pria yang dapat memimpin, tetapi kaum wanitapun berhak memimpin. Putri Indonesia Jateng Mega Prabowo ini juga menjadi inspirator bagi kaum perempuan, ia yang baru masuk usia 22 sudah menjadi Putri Indonesia Favorit Jawa Tengah, ia mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang mudah, semua perlu perjuangan, keikhlasan doa dan tetap berusaha. Walaupun ia sedang menjalani skripsi, tapi itu tidak menjadi suatu halangan baginya, ia dapat membagi dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Dalam acara ini juga ada launching buletin yang diberi nama PKPPA (Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ari Handayani, Pemimpin Umum Buletin tersebut menuturkan, bahwa bulletin PKPPA merupakan bulletin terbitan berkala berbahasa Indonesia yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS.
Dalam acara ini Universitas PGRI Semarang mengadakan pemilihan Putri Kartini 2017 dengan memilih 21 finalis putri yang kemudian diambil 10 besar ke 5 besar dan ditahap terakhir diambil 3 besar ddengan nominasi Putri kartini yang dimenangkan oleh Reno Nur Fajar mahasiswa dari Pendidikan Bahasa dan Seni, Putri persahabatan, dan putri kartini favorit  Tidak hanya itu, ada juga lomba menggambar sketsa wajah R.A Kartini.



Semoga makna Kartini ditahun ini dan juga tahun‐tahun mendatang bukan sekedar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan tapi muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini.Sebuah Bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan. Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati, dan seorang anggota masyarakat yang baik dan berkpribadian. 
Jadilah wanita hebat yang menginspirasi bagi kaum wanita dan terus berkarya untuk memajukan Indonesia.
''Salah satu daripada cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baikpun karena terpaksa, haruslah juga segan menyakiti makhluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendalah menjaga sedapat-dapat yang kita usahakan, supaya semasa makhluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu 'terima kasih' namanya" (R. A. Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang).